Desinfektan: Mengenal Jenis, Penggunaan Dan Manfaat

disenfektan
Belum lama ini, Indonesia dilanda pandemik covid-19. Walau tergolong terlambat masuk Indonesia, penyebaran virus ini sangat cepat, bahkan mencapai 1000 kasus perhari. Oleh sebab itu, kini diberlakukan protokol kesehatan dimana-mana termasuk di desa yaitu penyemprotan cairan desinfektan bagi warga maupun orang luar yang masuk.

Kini banyak dijumpai cairan tersebut digunakan untuk menyemprot manusia,  apalagi saat masa pandemik seperti sekarang ini. Cairan tersebut sebenarnya merupakan cairan untuk membunuh bakteri, kuman, maupun virus yang ada pada benda mati.

Pengertian
Desinfektan menurut kbbi adalah bahan kimia seperti lisol, kreolin yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi termasuk salah satu obat untuk mikroorganisme penyebab penyakit. Pengertian lainnya adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh bakteri maupun virus dan kuman yang terdapat benda-benda tidak hidup atau mati seperti perabotan rumah tangga, kursi, televisi, dan benda mati lainnya.

Macam-Macam Jenis
Desinfektan ternyata memiliki berbagai macam jenis. Berikut ini adalah macam-macam desinfektan yang banyak digunakan dimana-mana dan mudah untuk ditemukan :

1. Campuran Klorin
Kandungan klorin banyak ditemukan pada desinfektan. Menurut WHO, cairan desinfektan yang dicampur dengan klorin sangat efektif untuk membunuh kuman dalam rentang waktu 30-60 menit. Walaupun klorin banyak manfaat untuk digunakan pada benda mati, klorin ternyata berbahaya bagi manusia karena dapat menyebabkan iritasi, batuk, dan sakit tenggorokan pada kadar penggunaan klorin rendah. Sedangkan pada kadar yang tinggi, desinfektan dengan klorin bisa menyebabkan penyakit yang menyerang pernafasan seperti sesak nafas.

Selain itu, klorin juga berbahaya jika terkena mata maupun kulit karena dapat menyebabkan iritasi dan gatal-gatal yang disertai kemerahan pada mata maupun kulit. Tentu hal ini sangat berbahaya apalagi jika klorin disemprotkan pada anak-anak yang kulitnya masih sensitif. Klorin disebut juga dengan kaporit.

2. Alkohol
Alkohol merupakan zat atau cairan yang paling banyak digunakan untuk mensterilkan alat-alat medis rumah sakit. Zat ini sangat efektif jika penggunaannya dicampur dengan aquades atau air yang sudah disaring berkali-kali. Jenis ini juga sudah disetujui dan digunakan dimana-mana. Perlu diketahui alkohol merupakan obat luar.

3. Desinfektan Udara
Zat ini digunakan untuk membunuh kuman yang ada di udara. Zat tersebut harus dilarutkan atau diubah menjadi bentuk uap maupun aerosol yang cukup untuk dilepaskan di udara dan tidak hilang sebelum membunuh mikroorganisme. Disinfektan udara biasanya penggunaannya menggunakan penicillium chrysogenum dengan bermacam-macam glikol.

4. Fenol
Selanjutnya adalah jenis fenol. Fenol paling banyak dicari karena efektif untuk membunuh kuman, bakteri, jamur. Fenol merupakan jenis yang paling tua ditemukan. Zat ini, banyak digunakan pada peralatan yang terbuat dari kayu. Selain itu, fenol juga efektif digunakan untuk membunuh kuman yang ada di lantai dan bak mandi.

5. Iodin
Iodin juga banyak digunakan untuk obat luar untuk mematikan bakteri atau mikroorganisme yang ada pada kulit terutama yang terdapat luka. Walaupun sebenarnya zat tersebut tidak boleh digunakan pada makhluk hidup, namun iodin ini bisa digunakan, tetapi pada dasarnya juga tidak boleh termakan. Iodin hanya sebagai obat luar saja.

Penggunaan dan Manfaat
Desinfektan banyak sekali digunakan untuk membunuh kuman pada benda mati. Penggunaannya juga berbeda tergantung jenisnya. Ada yang cocok untuk peralatan medis maupun peralatan kimia lainnya yaitu alkohol. Selain itu, ada juga yang cocok untuk peralatan khusus berbahan kayu yaitu fenol. Selain itu, ada banyak jenis yang mempunyai kegunaan berbeda-beda. Dalam masa pandemik seperti saat ini, cairan ini banyak dicari dan diburu untuk mensterilkan benda- benda yang ada di sekitar rumah.

Dengan penjelasan diatas, bisa diketahui bahwa penyemprotan cairan tersebut pada manusia bukan mematikan virus, akan tetapi malah menyebabkan penyakit. Penggunaan cairan ini dikhususkan untuk benda mati. Jadi, mulai saat ini sebaiknya hindari penyemprotan disinfektan terlalu sering dan lebih baik menggunakan antiseptik.

Tags: